Mengatasi Stres pada proses belajar

Pada proses belajar apa saja termasuk pada proses belajar bahasa Inggris, kita sering mendengar istilah stres sebagai pengungkapan rasa galau yang dialami seseorang. Apakah sebenarnya stres itu dan bagaimana mengatasinya ?


Stres adalah istilah yang banyak digunakan di jaman modern, terutama di permulaan abad 20. Stres seperti menjadi bagian masalah sehari-hari manusia jaman sekarang. Sedangkan fakta menunjukkan bahwa di generasi masa lalu, istilah yang sering digunakan adalah "takut" bukan stres. Apakah ada bedanya ?

Pertama-tama kita akan mempelajari apakah penyebab stres yang sebenarnya ? Untuk itu kita perlu mengenal struktur otak kita.

Otak kita terdiri dari 3 bagian besar yaitu :
  1. Pada otak bagian bawah terdapat batang otak, dan sering disebut dengan otak reptil. Otak bagian inilah yang membangunkan BBIM Friends di pagi hari, menyuruh untuk tidur di malam hari, dan mengingatkan jantung untuk terus berdenyut.
  2. Pada bagian atas dari pangkal otak terdapat otak tengah, sering juga disebut dengan otak mamalia. Bagian ini berfungsi mengatur temperatur internal tubuh, mengakomodasi emosi, dan membangun respon untuk menyerang atau bertahan ketika ada sebuah bahaya.
  3. Bagian otak yang ke-3 adalah Cortex. Cortex memungkinkan manusia untuk menciptakan peradaban, seni, sains, dan musik. Semua berada di sana. Di sini terdapat bagian yang rasional dan intutif, termasuk tempat kita mendapatkan semua inspirasi dan solusi-solusi untuk kehidupan.
Nah, kira-kira di bagian mana sebuah stres terjadi ?

Ternyata dari penelitian ditemukan bahwa stres dimulai dari otak bagian tengah, karena di situ terdapat bagian yang disebut dengan amygdala. Amygdala berfungsi untuk mengontrol respon menyerang atau bertahan. Ini sebuah mekanisme alarm yang juga dimiliki oleh makhluk hidup yang lainnya.

Mekanisme ini didesain untuk melakukan tindakan ketika dihadapkan pada bahaya tiba-tiba. Ketika bagian ini bekerja, maka bagian lain seperti cortex yang mengatur pemikiran rasional atau kreatif akan berhenti berfungsi. Mungkin BBIM Friends pernah secara tiba-tiba mengalami sebuah ancaman mendadak, maka pada saat itu tentunya BBIM Friends tidak akan sempat memikirkan hal-hal yang rasional atau bersifat solusi. Tidak lagi memikirkan penampilan, reputasi atau cita-cita. Pokoknya selamatkan diri dulu deh. Benar kan ?  Coba liat pada situasi ketika ada gempa bumi mendadak, kebakaran atau apapun ancaman yang mengejutkan. Mungkin seseorang yang tadinya bertindak tenang, berjalan dengan anggun, image selalu sempurna akan bertindak seperti orang liar, lari cepat, berteriak-teriak, bahkan bisa melompat seperti harimau. Atau pada sebuah team, ketika terjadi masalah pada sebuah proyek dan berbahaya, apa yang terjadi ? Team tersebut akan cerai berai menyelamatkan dirinya masing-masing.  Nah, ini semua dikerjakan oleh sistem pada amygdala. Lalu apa hubungannya dengan stres ?

Pada jaman ketika manusia belum seperti sekarang, ketika manusia hidup mengembara di hutan atau padang, fungsi ini sangat penting untuk melindungi kehidupan manusia itu. Mereka harus bisa bergerak dengan cepat untuk menghindari bahaya. Nah, pada masa itu rasa yang timbul bukan disebut stres, melainkan rasa takut. Rasa takut inilah yang mengaktifkan amygdala untuk berfungsi.

Nah setelah ratusan atau ribuan tahun manusia berkembang, ternyata fungsi ini tetap bertahan. Kini ancaman utama bukan lagi bintang buas, atau iklim yang ekstrim. Hal yang membuat respon pada sistem amygdala berfungsi pada jaman kita (jaman peradaban modern) adalah Tantangan dan Perubahan. 

Benar, jika dulu amygdala membunyikan alarm ketika muncul sebuah bahaya, maka justru sekarang alarm itu berbunyi ketika manusia diperhadapkan pada sebuah perubahan atau tantangan. Tantangan pada jaman sekarang bisa berarti sebuah pertemuan dengan lingkungan baru, orang baru, sistem baru, atau target baru. Ketika tantangan dianggap terlalu besar, maka amygdala akan berfungsi dan bereaksi, akibatnya akses kita ke cortex yang mampu menghasilkan sebuah solusi atau nalar dan fungsi pemikiran akan terhenti. Kita tidak lagi berpikir bagaimana memecahkan masalah, atau memikirkan bagaimana caranya, kita akan bertindak seperti suasana ratusan tahun yang lalu yaitu menyerang (menolak), bertahan (tidak mau berubah), atau meninggalkan sebuah tantangan atau perubahan. Di sinilah rasa takut mendominasi, dan manusia jaman sekarang menyebut rasa takut itu sebuah stres.

Pernahkah BBIM Friends mengalami suasana besok akan ujian, dan hari itu belum siap sama sekali. Apa yang terjadi ? BBIM Friends tentunya merasa kuatir, takut dsb dan kemudian merasa stres. Karena terjadi stres, maka BBIM friends alih-alih memilih untuk belajar, malah sibuk menghilangkan stres dengan jalan-jalan atau nonton. Dan ketika pulang dari nonton, stres lagi, berusaha belajar tidak bisa, karena Cortex sudah tertutup oleh amygdala, akhirnya kita akan memilih untuk menyerah dan tidur, biarlah apa yang akan terjadi terjadilah, toh masih ada kesempatan mengulang tahun depan hhahahaha. Sebenarnya proses berserah kalau dilakukan di awal stres, justru akan membantu supaya amygdala tidak aktif dan justru cortex atau fungsi pemikiran yang akan aktif. 

Kesimpulannya stres pada jaman sekarang timbul karena adanya tantangan atau perubahan yang kita anggap itu terlalu besar untuk dihadapi. Ketika stres terjadi maka fungsi berpikir atau akses ke cortex akan berhenti. Dan ini yang membuat kita suka menolak sebuah perubahan daripada memikirkannya. Lalu bagaimana solusinya ?

Karena sumber stres adalah tantangan atau perubahan yang dianggap terlalu besar. Maka yang bisa kita lakukan adalah membuat tantangan tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga otak kita tidak akan melihat tantangan atau perubahan tersebut sebagai sebuah ancaman. 

Misal, BBIM Friends harus merangkum sebuah buku dengan tebal 1000 halaman dalam waktu 3 hari. Ketika BBIM Friends melihatnya secara keseluruhan, dan kebetulan 1000 halaman dan 3 hari adalah hal yang tidak biasa bagi BBIM Friends, maka pada saat itu yang muncul adalah rasa takut dan stres. Dan daripada stres, lebih baik ditinggal saja :) sampai pada hari mau dikumpulkan, tidak ada yang dikerjakan, dan makin stres.

Nah, pada situasi seperti itu BBIM Friends bisa melakukan sebuah tindakan yaitu mengecilkan sebuah tantangan. Misalnya dengan memberikan pertanyaan ke otak seperti : "Bagaimana cara saya menyelesaikan 10 halaman dengan waktu 10 menit ?" Nah ketika otak melihatnya bukan lagi sebagai ancaman, maka penghalang berpikir yaitu amygdala akan berhenti dan tidak berfungsi, dan akses ke pusat berpikir atau cortex akan mudah dilalui. 

Jadi sebagai ringkasan, BBIM Friends bisa melakukan hal ini ketika tiba-tiba terserang rasa takut dan stres akan adanya sebuah tantangan :
  • Menenangkan diri sejenak agar dapat melihat tantangan tersebut dengan jelas.
  • Membuat pertanyaan atau pemikiran kecil seperti : Bagaimana saya bisa menghafal 1 kosa kata baru setiap 3 hari ? Bagaimana saya bisa mengurangi 2 sendok makan untuk mengurangi berat badan setiap kali saya makan ? dsb. Cobalah membuat pemikiran yang tidak membebani tetapi bisa membuat BBIM Friends melangkah menuju penyelesaian sebuah tantangan.
Orang sukses adalah orang yang bisa melihat rasa takut dengan tertata. Ini bedanya takut dan stres. Rasa takut akan tetap ada dalam setiap tantangan. Dan sejarah membuktikan bahwa orang-orang besar di dunia adalah orang-orang yang mempunyai rasa takut, tapi bisa menatanya, dan tidak menyerah kepada istilah seperti kecemasan, stres, atau nervous

Sally Ride seorang asronaut mengatakan :

"Semua petualangan, khususnya ke wilayah yang baru, selalu menimbulkan kehawatiran dan rasa takut".






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengatasi Stres pada proses belajar"