Terima kasih Budi...kami tidak akan melupakanmu

Masih ingat Budi ? Ya...Budi adalah sosok yang setia menemani kita untuk belajar membaca di kelas 1 SD - 6 SD. Tapi sosok ini tidak akan ditemui lagi oleh anak-anak yang mulai belajar di sekolah dasar, sejak kurikulum SD 2013 diberlakukan.


BU = Bu, DI = Di....Buuu Diii...ini adalah memori suara yang tidak akan pernah saya lupakan ketika belajar membaca di kelas 1 SD, suara ini terdengar bebarengan di lima kelas waktu itu. Dan masing-masing anak berusaha supaya suaranya lebih keras dari yang lain. Jadinya ribut, tetapi lucu kalau diingat-ingat.

Saya ingat waktu itu Budi punya adik bernama Ani dan nama ibunya atau nama bapaknya tidak pernah disebutkan. Hanya disebutkan "Ini ibu Budi" "Ini bapak Budi".

Tapi kini Budi, Ani dan kedua orang tuanya sudah tidak menemani lagi anak-anak SD, karena mendikbud Bapak Moh.Nuh telah mengadakan pembaharuan untuk bahan pelajaran di sekolah dasar. Menurut beliau "Budi" sudah terlalu melekat pada sekolah di Indonesia sehingga mencerminkan "kemonotonan" pendidikan di negeri ini.

Budi akan digantikan oleh beberapa tokoh baru yang lebih memuat pesan nasionalisme. Tokoh-tokoh tersebut adalah :
  • Edo  : berambut keriting mencerminkan Papua
  • Siti : Berjilbab
  • Dayu : dari Bali
  • Lani : sipit karena dia keturunan Tiongkok
  • Beni : dari Batak
Tokoh-tokoh ini akan muncul dalam buku kelas 1-6 SD yang pada kurikulum 2013 akan menggunakan metode tematik integratif dan merombak hampir seluruh sistem pembelajaran dan buku SD.

Lalu ke mana si Budi ?, mungkin guru yang kreatif akan memunculkannya sekali sekali sebagai kakek Budi atau seorang tokoh pendahulu :)

Saya sebagai generasi yang bisa membaca karena adanya si Budi, mengapresiasi perubahan ini sebagai sebuah penyegaran dalam dunia pendidikan kita. Kini orang tua yang menemani anaknya belajar, juga akan bertemu dengan tokoh-tokoh baru yang lebih kaya warna nasionalisme. Semoga ini akan membawa kepada Indonesia yang luar biasa.

Akhir kata....terima kasih Budi, kami tidak akan melupakanmu dan akan tetap mengingat segala kenangan indah ketika kami mulai belajar membaca bersamamu.

Budi tidak pernah pergi dari dunia pendidikan di Indonesia, Budi hanya bertransformasi dan tetap ada dalam spirit pendidikan kita, karena Budi telah menjadi dasar kata dalam otak jutaan anak dan orang yang telah belajar membaca bersama Budi.

Maju terus pendidikan di Indonesia !





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terima kasih Budi...kami tidak akan melupakanmu"