Perlu dibaca

Kesulitan Belajar Bahasa Inggris di Jepang dan Korea

BBIM Friends pernah mengalami saat-saat ketika bahasa Inggris menjadi pelajaran yang begitu sulit dan menegangkan ? Baru melihat tulisan berbahasa inggris atau mendengar sudah merasa pusing duluan ? Tenang....BBIM Friends tidak sendirian. Semua negara-negara di dunia yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa ke dua juga mengalami hal yang sama.




Seperti di negara Jepang dan Korea, apa yang mereka alami mirip dengan apa yang dialami oleh pembelajar bahasa inggris di Indonesia seperti yang akan BBIM Friends lihat di video di bawah artikel ini.

Mereka juga telah belajar bertahun-tahun, ada yang 10 tahun, ada yang 17 tahun. Tetapi tetap saja bahasa inggris menjadi sesuatu yang asing. Seperti yang mereka kemukakan ada beberapa alasan yang membuat belajar bahasa inggris menjadi sulit :
  • Takut salah. Hal ini terjadi karena begitu mereka salah mengucapkan kata, maka lingkungan di tempat belajar atau di kelas cenderung menertawakan. Dan karena mereka semua dalam posisi sedang belajar, maka tentunya mereka akan bergiliran saling menertawakan. Kalau kondisinya seperti itu, kapan bisanya ?
  • Terfokus pada grammar. Grammar bukan tidak berguna, sangat berguna bagi pembelajar untuk mengetahui pola kalimat yang benar, tetapi kesalahan utama adalah kemelekatan pada grammar ketika berkomunikasi. Pembelajar akan terus berpikir tentang grammar selama berbicara dan jadi kehilangan sense dalam berkomunikasi. Kunci untuk menghilangkan pikiran grammar bukan dengan tidak mempelajarinya, tetapi dengan sering menggunakannya sampai pada tingkat tidak perlu berpikir lagi. Sama seperti ketika belajar membaca, BBIM Friends mengalami masa-masa ketika harus tertatih-tatih, tetapi setelah beberapa waktu dengan melatihnya setiap hari maka BBIM Friends bisa membaca tanpa harus berpikir. Bahkan ketika sedang melintasi sebuah tulisan di jalan dengan kecepatan tinggipun BBIM Friends tetap bisa membacanya hanya dalam sepersekian detik.
  • Di negara Jepang dan Korea mereka sejak lahir mendengar orang berbicara dengan bunyi yang agak jauh berbeda dengan bahasa inggris. Mereka menangkap bunyi a, i, u e,o lebih banyak dalam sebuah gabungan konsonan dan vokal seperti ka, shi, tsu, chi, dsb. Jadi ketika orang Jepang misalnya, ketika mendengar kata dalam bahasa inggris, mereka akan cenderung mengatakan dengan bunyi tambahan. Seperti kata "wife" mereka akan menambahkan bunyi ekstra menjadi "waifu" dari kata wa-i-fu. Dalam hal ini kita lebih beruntung, karena kata-kata dalam bahasa Indonesia lebih banyak didengar dengan vokal atau konsonan yang beridiri sendiri daripada sebuah penggabungan konsonan-vokal (compund).
  • Dan alasan yang umum adalah tidak tahu pentingnya belajar bahasa inggris untuk digunakan dalam komunikasi. 
Berikut ini video wawancara mengenai pendapat orang Jepang dan Korea terhadap bahasa Inggris :


Selamat belajar :)
Dapatkan ebook BBIM di : klik >> Ebook BBIM
Mari bergabung bersama BBIM Friends di :klik >> FB BBIM 






Comments