Pelajaran 157 : Common mistakes 23 (Kesalahan dalam penggunaan tenses)


Dalam pelajaran common mistakes yang ke-23 ini kita akan beralih ke pembahasan mengenai kesalahan umum dalam penggunaan tenses. Tenses yang beragam dalam pelajaran bahasa inggris mengakibatkan pengguna ke-2 bahasa ini cukup sering melakukan kesalahan dan berikut ini beberapa kesalahan umum yang akan kita pelajari :



1. Penggunaan  past tense setelah kata "did" sering terjadi, seharusnya menggunakan infinitive tanpa to dalam bentuk dasar.
Kesalahan umum : Did you went to school yesterday ?
Seharusnya : Did you go to school yesterday ?

Jawaban untuk kalimat ini adalah Yes I went to school atau Yes I did.

Kesalahan umum : I did not went to school yesterday.
Seharusnya : I did not go to scholl yesterday.

Lupa untuk merubah kata kerja bentuk ke-2 (past form) menjadi bentuk pertama (present form) sering terjadi, meskipun seseorang sudah menguasai tense ini dengan baik.

2. Penggunaan kata ganti orang ke-3 tunggal setelah kata "does"yang seharusnya diikuti oleh infinitive tanpa to.
Kesalahan umum : Does the office boy cleans the meeting room ?
Seharusnya : Does the office bou clean the meeting room ?

Jawaban : Yes he he cleans the meeting room / Yes he does.

Kesalahan umum : The office does not cleans the meeting room.
Seharusnya : The office boy does not clean the meeting room.

Kesalahan ini terjadi karena kebiasaan untuk memberikan tambahan -s / es untuk kata kerja yang mengikuti kata ganti orang ke-3 tunggal. Dalam contoh cleans tetap digunakan setelah auxiliary verb "does" baik dalam bentuk interogative / negative, seharusnya hanya digunakan dalam bentuk kalimat positif : The office boy cleans the meeting room.

3. Penggunaan kata ganti orang ke-3 tunggal setelah kata can / must yang seharusnya diikuti oleh infinitive tanpa to.
Kesalahan umum : He can speaks English very well.
Seharusnya : He can speak English very well.
Hal ini juga berlaku untuk kata "may" "shall" dan "will".
Verb "can" "may" "must" "shall" "will" yang mengikuti kata ganti orang ke-3 sering diikuti dengan verb 1 + s/es dalam penggunaannya, seharusnya tetap dalam bentuk infinitif tanpa to dalam bentuk dasar, tanpa penambahan -s/-es.

4. Kesalahan dalam urutan tenses.
Kesalahan umum : He asked me what I am doing.
Seharusnya : He asked me what I was doing.
Kalimat pada klausa utama adalah dalam bentuk past tense (He asked) dan di subordinat clausenya juga harus pas tense (I was doing, bukan I am doing).
Secara logika jika kita menceritakan apa yang ditanyankan orang pada waktu yang lampau, maka penjelasan mengenai isi pertanyaannya juga harus dalam bentuk lampau (I was) kalau menggunakan I am doing, maka artinya akan membingungkan : "Kemarin dia bertanya kepada saya apa yang sedang saya lakukan sekarang." Kekacauan waktu terjadi :)

5. Penggunaan "shall" atau "will" pada anak kalimat (subordinate clause), seharusnya menggunakan "should" atau "would".
Kesalahan umum : He said that he will come tomorrow.
Seharusnya : He said that he would come tomorrow.
Jika kalimat utama adalah past tense maka anak kalimat juga dalam bentuk past tense. Dalam pemahaman sekilas, kelihatannya kesalahan ini tidak signifikan, tetapi secara makna akan berbeda.

Selamat mempelajari

Dapatkan ebook BBIM di : klik >> Ebook BBIM

https://www.facebook.com/mandirienglish

https://twitter.com/bbim_english



Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Pelajaran 157 : Common mistakes 23 (Kesalahan dalam penggunaan tenses)"

Aku English said...

Iya,,,,ini yang sering dialami ketika kita berbicara dalam Bahasa Inggris. Kalau penulisan ini sangat kentara sekali. Tapi saat berbicara, apalagi kalo yang berbicara orang luar negeri, tidak akan terdengar kesalahannya (walaupun mungkin sebenarnya ia terkadang terpeleset lidah juga...slip of the tounge...hehehhe
Salam kenal.
Mampir ya...
http://aku-english.blogspot.co.id/

Bahasa Inggris Mandiri said...

@Aku English : Salam kenal juga. Semangat terus mengajar Bahasa Inggris