Perlu dibaca

Pelajaran 158 : Common mistakes 24 (Kesalahan dalam penggunaan tenses)


Pelajaran common mistakes ke-24 masih seputar penggunaan tenses yang berhubungan dengan waktu. Kebingungan dan terjadinya pertukaran tenses past tense ke present tense atau tenses yang lain merupakan kesalahan umum yang sering terjadi. Pembelajar bahasa inggris sebaiknya memperhatikan hal-hal seperti ini agar dapat menampilkan kalimat yang benar baik dalam penulisan atau percakapan.



6. Penggunaan kata "may" pada anak kalimat yang seharusnya menggunakan kata "might".
Kesalahan umum : She told me that she may come today.
Seharusnya : She told me that she might come today.
Perhatikan bahwa kalimat utama (main clause) dalam bentuk past tense (She told me). Maka anak kalimat (subordinate clause) juga harus dalam bentuk past tense (She might come today). Anak kalimat pada kalimat di atas masih menceritakan apa yang terjadi dalam percakapan kemarin, walaupun pernyataan tersebut dilakukan pada saat sekarang. Dan perlu diperhatikan juga bahwa kata hubung that tidak perlu diberikan tada koma.

7. Penggunaan kata "can" pada anak kalimat yang seharusnya menggunakan kata "could".
Kesalahan umum : He thought he can win the game.
Seharusnya : He thought he could win the game.
Penjelasan tentang hal ini sama dengan kasus no 6 yaitu bahwa jika kalimat utama dalam bentuk past tense, maka anak kalimat juga dalam bentuk past tense.

8. Penggunaan bentuk past tense setelah kata "to" yang mendahului sebuah infinitif. Seharusnya tetap menggunakan verb 1.
Kesalahan umum : John tried to kicked the ball away.
Seharusnya : John tried to kick the ball away.
Penggunaan past tense tidak bisa digunakan setelah kata to yang menandai sebuah infinitif. Kesalahan ini sering terjdi karena kita mengira bahwa kalimat utamanya adalah dalam bentuk past tense, maka kata kerja berikutnya yang dipisahkan oleh "to" ditulis atau diucpkan dalam bentuk past tense juga.

9. Penggunaan past tense setelah auxiliary verb, yang seharusnya menggunakan past participle (kata kerja bentuk ke-3).
Kesalahan umum : I have forgot to bring my phone.
Seharusnya : I have forgotten to bring my phone.
Auxiliary verb "have" mengindikasikan bahwa ketika sebuah pernyataan diucapkan (dalam kalimat : lupa membawa telephone) hal itu masih terjadi (masih tidak membawa telephone karena lupa). Maka kalimat seharusnya menggunakan tenses present perfect tense (I have forgotten to bring my phone).

10. Penggunaan "must" atau "ought" untuk mengekspresikan sebuah keharusan yang terjadi di masa lampau (past tense).
Kesalahan umum : You ought to come yesterday.
Seharusnya :
  • You ought to have come yesterday.
  • You should have came yesterday.
  • You had to come yesterday.
Kata must (harus) dan ought (harus) tidak bisa digunakan dalam bentuk past tense. Karena must dan ought digunakan untuk mengekspresikan keharusan atau kewajiban yang akan terjadi di masa depan. Untuk mengekspresikan sebuah tugas (duty) yang tidak dilakukan oleh seseorang di masa lalu kita harus menambahkan infinitif dalam bentuk perfect tense (ought to have come, should have come, had to come - dalam contoh kalimat di atas.
Jadi beda ketika kita mengatakan "Kamu harus datang besok" (You must / ought to come tomorrow), dengan mengatakan "Kamu seharusnya datang kemarin" (You ought / should to have come yesterday atau You had to come yesterday).
Tetapi dalam kalimat tidak langsung (indirect speech) kata "must" dan "ought" dimungkinkan untuk diginakan dalam bentuk past tense. Contoh : He said he must do it.

Memang perlu konsentrasi untuk memahami, tetapi memahami bahasa lebih mudah jika kita tidak hanya menggunakan logika, tetapi juga rasa (perasaan). Ketika kita sudah memahami sebuah tenses, kesalahan seperti di atas kadang-kadang bisa kita rasakan bahwa kalimat tersebut salah. Yah, ini sebuah insight (feeling) yang secara otomatis terjadi ketika kita sering berlatih.

Selamat mempelajari

Dapatkan ebook BBIM di : klik >> Ebook BBIM





Comments