Kunyit Dapat Mengurangi Dampak Buruk akibat Timbunan Flouride


Flouride adalah zat yang terdapat pada pasta gigi, dalam jumlah yang pas zat ini bisa membantu mencegah kerusakan gigi dan membantu memperbaiki kerusakan dini pada gigi. Tetapi dalam jumlah banyak, flouride bisa menimbulkan bahaya pada tubuh seperti osteoporosis, penuaan dini, bahkan penurunan IQ.



Pada tahun 70-an pasta gigi berflouride mulai dikenal, dan hampir setiap pasta gigi mencantumkan label "mengandung flouride." Dan zat ini diyakini sebagai tameng pelindung gigi yang paling utama. Dan di abad ke-21 isu tentang flouride ini semakin banyak dibicarakan karena berbagai penelitian yang menyatakan bahwa Floride dalam jumlah berlebihan akan sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Batas aman Flouride yang ditentukan di Indonesia adalah sekitar 1500 ppm untuk pasta gigi dewasa, dan 1000 ppm untuk pasta gigi anak-anak. Tetapi jumlah ini akan bertambah mengingat bahwa air minum yang dikonsumsi sekarang juga mengandung flouride. Hal ini masih menjadi perdebatan para peneliti apakah penyebab utama caries adalah terlalu banyak makan gula atau karena kurangnya kandungan flouride. Yang pasti adalah menggunakan zat ini dalam jumlah berlebihan akan membahayakan tubuh. Dan terutama bahaya penurunan IQ akibat terlalu banyak Flouride.

Akibat bahaya ini, pada tahun 2002 Belgia menarik peredaran semua produk yang mengandung Flouride seperti permen karet, obat tetes, tablet, dan suplemen berflouride (Yuda Rangga di Kompasiana), karena cukup berbahaya bagi kesehatan fisik dan psikologis.

Berikut ini beberapa pernyataan dari berbagai sumber yang menyebutkan tentang bahaya Flouride :
  • Dunia medis telah mengenal Flouride sebagai obat anti depresan, obat ini bisa menghilangkan agresivitas dan motivasi manusia dan bahkan bisa menurunkan hasrat untuk berkembang biak.
  • Dr Charles Gordon Heyd, mantan Presiden Asosiasi Kesehatan Amerika memberikan pernyataan bahwa Flouride adalah racun yang bisa menggerogoti dan menyebabkan dampak serius dalam jangka panjang.
  • Tahun 1990 Dr, John Colquhoun melakukan penelitian pada 60.000 anak sekolah dan mendapatkan temuan bahwa tidak ada perbedaan dalam kesehatan gigi antara anak yang menggunakan flouride atau tidak, bahkan di daerah yang menggunakan flouride terdapat kasus pengeroposan gigi yang disebut dengan Fluorosis.
  • Banyak tokoh yang telah menolak penggunaan Flouride.
  • Flouride dikenal sebagai zat karsinogenic (penyebab kanker).
  • Beberapa efek lain yaitu tidak berfungisnya Thyroid (dan juga kelenjar pineal), kerusakan pada sistem berpikir, kebutaan, alzheimer, keretakan pada tulang pinggul, kemandulan, tumor pada tulang. 
Dalam dunia pendidikan, perlu diperhatikan bahaya flouride ini karena beberapa resiko berikut ini :
  • Menurunnya kapasitas kecerdasan.
  • Karena flouride menyebabkan kelenjar thyroid tidak aktif, maka hal ini juga meningkatkan resiko mudah depresi, penurunan kecerdasan dan kenaikan berat badan (disebut dengan hipotiroid).
  • Penggunaan flouride selama masa kehamilan dapat meningkatkan ketidakmampuan belajar pada bayi sebesar 1%. 
  • Saat ini resiko meningkatnya kandungan flouride dala tubuh semakin besar karena banyak produk selain pasta gigi termasuk air minum juga menggunakan flouride di dalamnya.
  • Dampak flouride lainnya dapat dilihat di sini.
Mengingat bahaya flouride yang semakin banyak yang menyatakannya, maka sebaiknya kita mulai berpikir dan bertindak untuk mengurangi konsumsi flouride bagi anak-anak dan diri kita sendiri. Sementara kita tidak memiliki kekuatan untuk menghilangkan flouride dalam setiap produk yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan maka sedapat-dapatnya kita harus berusaha mengurangi dampak akibat timbunan flouride dalam tubuh.

Dan penelitian berikut ini bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah flouride ini, yaitu penggunaan TURMERIC / KUNYIT untuk mengurangi timbunan dan dampak flouride bagi kesehatan tubuh dan kesehatan pikiran.

Sebuah studi yang dipubilkasikan di Pharmacognozy Magazine  menyatakan sebagai berikut :
“Curcumin attenuates neurotoxicity induced by fluoride: An in vivo evidence,” proves that the spice turmeric can prevent and even reverse damage from exposure to toxic fluoride.
Curcumin yang banyak terdapat pada kunyit dan temulawak ternyata dapat melemahkan neurotoxicity akibat penggunaan flouride. Dan terbukti bahwa penggunaan curcumin dapat mencegah dan membalikkan kerusakan akibat paparan flouride yang beracun. 

Studi terkini menyatakan sebagai berikut :
Our study thus demonstrate that daily single dose of 120 ppm F result in highly significant increases in the LPO as well as neurodegenerative changes in neuron cell bodies of selected hippocampal regions. Supplementation with curcumin significantly reduce the toxic effect of F to near normal level by augmenting the antioxidant defense through its scavenging property and provide an evidence of having therapeutic role against oxidative stress mediated neurodegeneration.”
Curcumin yang terdapat pada kunyit dan temulawak merupakan tumbuhan yang tidak asing di Indonesia, dan sebagain besar dari kita sudah pernah mengkonsumsinya. Tumbuhan ini mengandung begitu banyak manfaat termasuk mengurangi resiko pertumbuhan kanker. Dan sekarang kita bisa memanfaatkan tumbuhan ini untuk melindungi pertumbuhan kecerdasan bagi anak-anak di Indonesia dan diri kita sendiri. Timbunan flouride ini mungkin menghalangi potensi kecerdasan yang belum tergali dalam diri, dan sebaiknya mulai sekarang rajin-rajinlah makan / meminum kunyit dan hindari bahan makanan, minuman, atau produk-produk yang mengandung flouride sebisa mungkin.
Referensi : Dari berbagai sumber
Photo source : healthyfoodhouse.com





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kunyit Dapat Mengurangi Dampak Buruk akibat Timbunan Flouride"