Perlu dibaca

Hambatan-hambatan Dalam Belajar Bahasa Inggris

Hambatan-hambatan Dalam Belajar Bahasa Inggris

Cerita-cerita seputar kesulitan dalam belajar bahasa Inggris merupakan cerita klasik dalam proses belajar bahasa ini. Misalnya : Sudah bertahun-tahun mengerjakan soal berbahasa inggris di sekolah, menghafal kata kerja,dan berbagai jenis kata, menghafal rumus grammar tetapi masih juga belum bisa ngomong bahasa Inggris dengan lancar dan menyebabkan semangat menurun. Apa sebabnya ?



Untuk mengembalikan motivasi belajar kita dalam belajar bahasa Inggris ada baiknya kita renungkan dan teliti hambatan-hambatan
yang umum terjadi selama ini :

1. Tidak mengetahui apa manfaat belajar bahasa Inggris
Jika kita tidak mengetahui manfaat dari sebuah kegiatan, tentunya kegiatan tersebut akan menjadi kegiatan yang menjenuhkan dan membosankan. Mengetahui manfaat belajar bahasa Inggris akan meningkatkan motivasi dalam belajar. Berikut ini 4 manfaat belajar Inggris :
  • Bahasa Inggris mungkin bukanlah bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi bahasa ini merupakan bahasa resmi (official language) di banyak negara. Estimasi jumlah pengguna bahasa ini dalam komunikasi regular adalah sekitar 2 milyar orang.

    Bahasa Inggris adalah bahasa paling dominan dalam dunia bisnis. Dan penting bagi seseorang u/ bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris jika ingin memasuki bisnis global. Riset membuktikan bahwa hampir semua komunikasi bisnis lintas negara menggunakan bahasa Inggris. Bahasa Inggris dapat merubah hidupmu.

    Sebagian besar film, buku, dan musik terkenal di dunia diterbitkan dalam Bahasa Inggris. Oleh karenanya penguasaan bahasa Inggris akan memberimu akses lebih banyak untuk dapat menikmati produk2 seni dan hiburan plus wawasan yang luas terhadap lintas budaya. Kamu jadi lebih cool (keren).

    50% konten internet menggunakan Bahasa Inggris. Jadi dengan belajar bahasa Inggris kamu dapat mengakses lebih banyak informasi yang mungkin tidak tersedia dalam bahasa yang digunakan sehari- hari.
    Di era data dan informasi ini, tahu lebih dulu itu sesuatu banget.

    Belajar bahasa Inggris bisa jadi akan menciptakan beban, tantangan, dan pengorbanan waktu. Tetapi kamu akan bisa melihat bahwa nilai tambah yang didapat akan jauh lebih besar dan akan membuka atau menciptakan peluang sukses yang lebih besar di masa depan.
2. Tidak memiliki tujuan belajar.
Tujuan itu seperti sebuah jangkar yang akan membuat kita bergerak menuju ke arah di mana
jangkar itu dilemparkan. Dengan memiliki tujuan yang jelas maka proses belajar kita akan semakin efektif, terarah, dan memudahkan kita untuk mengukur kemajuan yang sudah didapatkan. Silakan baca di sini mengenai tujuan dari orang-orang di seluruh dunia dalam belajar bahasa inggris.

3. Banyak mempelajari kosa kata (vocabulary), tetapi tidak tahu cara menggunakannya dalam percakapan.
Biasanya setelah kita mulai termotivasi, mengetahui manfaat, memahami tujuan kita dalam belajar, maka semangat akan berkobar-kobar dan kita mulai semangat dalam belajar. Kebiasaan yang terjadi adalah kita cenderung berusaha mencari titik nol dari sebuah bahasa. Kita akan merasa lebih nyaman, kalau kita tahu bahwa yang kita pelajari itu adalah yang paling mudah dulu (dasar/basic).

Dan anggapan umum adalah bahwa yang paling dasar itu adalah mempelajari banyak kata. Kita dilatih untuk menghafal vocabulary sebanyak-banyaknya. Menggunakan kartu kosa kota, menempelkan daftar kosa kata di dinding, menghafal sekian kosa kata per hari dan sterusnya. Dan hari-hari selanjutnya dipenuhi dengan kegiatan mengumpulkan kata-kata dan diselingi belajar grammar.

Metode ini adalah metode yang benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Karena jika kita mempunyai sekian ratus ribu kata, bahkan sekian juta kata, tetapi kita tidak tahu bagaimana menggunakannya dalam kalimat, maka tentunya kata-kata yang kita hafal tersebut hanya berguna untuk bermain scrabble, tetapi tidak bisa digunakan dalam percakapan. Karena dalam percakapan yang terjadi adalah pertukaran informasi melalui kalimat, bukan pertukaran kata per kata.

Maka adalah lebih baik jika ketika motivasi belajar kita terbangun, maka frasa dan kalimatlah yang harus kita serbu terlebih dahulu daripada sekedar menghafalkan kata per kata. Menghafal frasa dan kalimat ataupun idiom lebih bermanfaaat dan efektif karena dalam satu kalimat kita bisa sekaligus menghafal 4-5 kata. Dan dengan belajar frasa dan kalimat, kita akan terbiasa untuk memahami bahasa Inggris bukan berdasarkan terjemahan dari kata per kata yang cenderung mengikuti kaidah bahasa Indonesia, tetapi lebih kepada pemahaman yang dimiliki oleh penutur asli bahasa Inggris, terutama dalam penggunaan idiom (ungkapan).

Ingat kalimat ini : Jika kita punya 1 juta kata, mungkin kita tidak bisa untuk membuat satu kalimat yang utuh dan benar, tetapi jika kita menguasai
100  kalimat kita akan bisa membuat 1000 kalimat yang lain, atau jika kita menguasai 1000 kalimat, kita akan bisa membuat jutaan
kalimat yang lain.

Untuk mengingat kembali apa itu kata-frasa-kalimat, silakan baca kembali 5 Bagian Utama Dalam Bahasa Inggris.

4. Menggunakan grammar/tata bahasa dalam percakapan.
Grammar dipelajari oleh pengguna bahasa ke-2 untuk memahami struktur dari kalimat-kalimat dalam bahasa tersebut. Tetapi tata cara ini secara keliru atau terbiasa digunakan sebagai cara/sistem otak kita untuk menyusun kalimat dalam percakapan. Sehingga otak kita akan kehilangan sistem otomatisnya untuk berbicara seperti ketika kita menggunakan bahasa Indonesia. Kita akan terbiasa memikirkan terjemahannya dulu, kemudian memikirkan susunan katanya. Dan karena dalam percakapan real semuanya berlangsung begitu cepat, maka dua langkah yang terjadi di otak yaitu menerjemahkan dan memikirkan grammar, membuat kita ragu, malu dan akhirnya "ngeblank" ketika mau berbicara dalam bahasa Inggris. Ketika 2-3 kali pengalaman buruk terjadi, kita menjadi putus asa dan akhirnya berkesimpulan bahwa bahasa Inggris itu sulit dan berhenti belajar ataupun menjadi alergi, dan berkesimpulan bahwa dia memang tidak berbakat dalam bidang bahasa.

Tetapi orang-orang yang putus asa ini lupa, bahwa mereka sebelumnya juga pernah belajar bahasa dari nol, dari tidak bisa mengucapkan satu kata pun, sampai akhirnya bisa bisa begitu fasih, bicara dengan cepat, bahkan bisa marah-marah ataupun "ngegombal" berjam-jam dalam suatu bahasa yang dulunya mereka tidak paham sama sekali.

Jadi, entah bahasa apapun yang dianggap sulit di dunia ini, entah itu bahasa Inggris, Arab, Jepang, China, India, Korea, dll. Ternyata ada juga bahkan banyak yang bisa dengan mudah menguasainya. Setiap orang di dunia ini pernah belajar satu bahasa dari nol sampai menjadi super lancar, jadi kalau menambah satu bahasa lagi dan itu dianggap sulit, maka persoalannya buka di bahasa tersebut, tetapi pada paradigma belajar yang dimilikinya. Jadi untuk belajar bahasa tidak memerlukan bakat, karena bahasa adalah alat komunikasi yang bisa dipelajari. Semua orang di dunia bisa belajar mengoperasikan handphone, komputer, dan berbagai aplikasi tanpa memikirkan apakah seseorang tersebut berbakat atau tidak dalam bidang teknologi.

5. Malu dan takut
Rasa malu dan takut salah terjadi karena apa yang terdapat pada hambatan no 4. Takut salah dan malu ditertawakan jika salah merupakan hambatan yang cukup berat bagi pembelajar bahasa Inggris. Semua orang mengharapkan bahasa Inggris yang sempurna, dan menganggap bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang tingkatnya lebih tinggi daripada bahasa sendiri. Jadi kesalahan sedikit saja sudah bisa membuat koreksi yang berlebihan dari lingkungan. Tapi kita harus ingat, bahwa ketika kita belajar bahasa Indonesia di masa bayi, papa dan mama kita tidak menertawakan ketika kita baru bisa ngomong sedikit kosa kata, seperti papa, mama, ayo, halo, dll. Mereka begitu senang ketika kita bisa bicara dengan yang sedikit itu. Orang tua kita terus mendorong dan terus mengajak kita bicara, sampai kita bisa bicara dengan lancar hari ini. Suasana alami seperti ini yang perlu dibangun dalam setiap kelas pembelajaran bahasa Inggris atau bahasa asing.

6. Sulit untuk mendengar (listening).
Mendengar (listening) adalah cara kita belajar pada waktu bayi. Bayi tidak dipaksa menghafal kata, frasa dam kalimat, tetapi mereka terus mendengar dan mendengar. Dan yang mereka dengar adalah bunyi, dan kemudian bayi-bayi tersebut berusaha menirukan. Lambat laun pronunciation mereka menjadi sempurna. Kesulitan kita dalam mendengar, adalah karena kita tidak fokus pada bunyi dari sebuah bahasa, tetapi berekspektasi mengenai bentuk tulisannya. Karena itu ketika kita latihan mendengarkan bahasa Inggris, otak sudah merasa berat terlebih dahulu. Jadi fokus saja pada bunyinya, artinya bisa menyusul. Dengarkan sebanyak mungkin film, musik, audio percakapan, dan konsentrasi pada bunyinya. Walaupun tidak paham, terus saja dengarkan berulang-ulang. Seiring dengan bertambahnya kosa kata dan kalimat yang kita pahami
maka proses fasih dalam mendengar akan terjadi dengan sendirinya.

7. Sudah belajar keras tetapi tidak memiliki lingkungan yang mendukung untuk berlatih percakapan secara nyata.
Mungkin kita sudah mempelajari sekian banyak percakapan, menguasai idiom, menguasai frasa, klausa, dan kalimat. Tetapi ketika kita tidak pernah menggunakannya dalam percakapan nyata, maka kita tidak akan memiliki kendali otomatis dalam berkomunikasi seperti pada bahasa ibu. Dalam bahasa ibu (bahasa Indonesia) kita sudah tidak lagi memikirkan bahasa Indonesia sebagai bahasa lagi, melainkan sebuah ekspresi yang terjadi secara otomatis tanpa berpikir. Ke manapun arah pembicaraan berlangsung, kita bisa dengan otomatis menanggapi tanpa berpikir susunannya bagaimana. Ini yang harus menjadi target utama dalam belajar bahasa, dan itu hanya bisa terjadi jika kita mau praktek percakapan secara langsung dan nyata.

Learn deeply, speak easily. Pelajari sebuah kalimat, ulangi dan sering gunakan sampai kalimat tersebut menjadi sistem bahasa dan ekspresi kita. Kemudian carilah komunitas bahasa Inggris, aktiflah di sana. Gunakan kata sesedikit atau sebanyak yang kita punya, gunakan sesering mungkin, amati cara orang lain menanggapi, tirukan, gunakan secara aktif, maka secara alami kita akan terbiasa dan
akhirnya otomatisasi akan terjadi, dan kita menjadi fasih dalam bahasa yang kita pelajari.

Selamat belajar dan salam sukses
Follow : Kumpulan Frasa bahasa Inggris 

Join : BBIM Text Conversation Class





Comments