Perlu dibaca

Curve of Forgetting (Kurva Lupa) dan seni memori

Curve of Forgetting (Kurva Lupa) dan seni memori
Curve of Forgetting (Kurva Lupa) dan seni memori
Joshua Foer dalam bukunya yang berjudul "Moonwalking with Einstein" mengatakan bahwa anak-anak yang lahir 30.000 tahun yang lalu memiliki kemampuan memori yang tidak beda jauh dengan anak-anak yang dilahirkan di abad ini. Otak manusia modern ternyata tidak lebih besar atau lebih canggih daripada nenek moyang yang membuat gambar-gambar bison di pada dinding-dinding gua Lascaux di Perancis.



Joshua Foer selanjutnya mengatakan jika salah satu bayi yang lahir 30.000 tahun silam dibesarkan oleh sebuah keluarga abad-21 di New York, maka anak tersebut akan mempunyai peluang untuk tumbuh hampir tak berbeda dengan anak sebayanya yang lahir di abad-21. Memorilah yang membedakan kita dengan mereka yang lahir 30.000 tahun silam. Lempeng memori anak yang lahir 30.000 tahun silam dan anak yang lahir di abad 20-21 adalah lempeng memori yang masih kosong, sama seperti flashdisk atau external disk yang belum diisi data apapun.

Pada jaman sebelum manusia merekam memori mereka pada memori eksternal seperti di dinding-dinding gua, maka memori di otak merupakan akar dari seluruh peradaban. Sejarah bergantung pada memori atau ingatan. Tetapi sejak manusia mampu menyimpan memorinya secara eksternal maka perkembangan penyimpanan memori ini berkembang dengan kecepatan eksponesial hingga jaman ini. Saat ini dunia memori manusia telah bergeser ke memori eksternal dengan alat bantu superstruktur yang sangat besar berjuta-juta bahkan triliunan giga byye memori akan tersedia secara eksternal dan secara perlahan menghilangkan/mengurangi kemampuan kita untuk mengingat secara internal dalam lempeng memori kita yang terdapat di dalam otak.

Anak-anak yang lahir saat ini memiliki lempeng memori kosong sama dengan mereka yang lahir 30.000 tahun silam, tetapi anak abad sekarang memasuki dunia dengan memori-memori yang sudah tersimpan di luar tubuh mereka, dalam buku-buku, foto-foto, media sosial, catatan digital yang tersedia dengan berlimpah ruah di jaman ini.

Memori adalah semacam cara kita manusia mengawetkan keberadaan diri kita terkait dengan ketidakkekalan kita sendiri. Insting untuk menyimpan memori dan kemudian berkembang ke penyimpanan eksternal adalah cara manusia untuk memungkinkan gagasan-gagasan diwariskan secara efisien melewati waktu dan ruang melampaui waktu hidup mereka di bumi. Dan hal ini (memori eksternal) juga mengantar manusia ke pergeseran yang nyata dalam setiap pemahaman yang disebut dengan kecerdasan. Memori nternal kita menjadi tidak terlalu penting, karena semua informasi bisa didapatkan dalam memori eksternal yang sudah menyerupai labirin raksasa di sekeliling kita. Peradaban kita kini sudah berubah dari berbasis memori internal menjadi berbasis memori eksternal dan ini akan mengubah cara kita mengingat sesuatu dan juga kemampuan kita untuk mengingat apapun yang kita pelajari. Jika kita sudah begitu bergantung kepada memori eksternal apakah suatu saat kita akan kehilangan memori ? Karena alam akan secara alami membuang/menonaktifkan hal-hal yang sudah tidak kita gunakan lagi untuk berjalan dalam sebuah kehidupan. Sebelum hal itu terjadi, ada baiknya kita tetap memiliki keinginan untuk melestarikan kemampuan dasar kita untuk mengingat secara internal, karena sebenarnya masih sangat banyak ruang kosong dan potensi yang belum kita gunakan dalam mesin luar biasa di atas kepala kita yang kita bawa setiap hari sejak kita lahir ke dalam dunia ini.

Kuva Lupa (Curve of forgetting)-Seberapa lama kita bisa menyimpan sebuah memori ?

Bagi manusia normal, memori kita akan berangsur memudar seiring berjalannya waktu mengikuti apa yang dikenal sebagai kurva lupa (curve of forgetting). Berikut ini diagramnya :

Kurva lupa
Photo : uwaterloo.ca-Curve of forgetting (kurva lupa)
Mekanismenya begini; ketika BBIM Friends mengambil sebuah informasi baru, memori akan menyimpannya dan kemudian secara perlahan akan melepasakannya sampai akhirnya informasi tersebut akan hilang sama sekali. Ini sebuah proses lupa yang tidak dapat dicegah dan kita belum paham mengapa ini terjadi dalam dunia memori kita.

Untuk memahami mengapa memori memudar seiring berjalannya waktu seorang psikolog Jerman bernama Hermann Ebbinghaus melakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk menghafalkan 2.300 suku kata yang terdiri atas tiga huruf tak bermakna seperti GUF, LER, dan NOK. Hasil penelitiannya kemudian dituangkan dalam bentuk grafik di atas yang kemudian dikenal dengan kurva lupa (curve of forgetting).

Ebbinghaus mencatat bahwa dalam jam pertama setelah mempelajari seperangkat suku kata tak bermakna, maka setengahnya (50 %) akan terlupakan. Setelah satu hari 10 % yang lain akan menghilang juga. Setelah 1 bulan 14 % ingatan akan menghilang, dan selanjutnya memori yang tersisa akan menjadi memori jangka panjang, dan kurva lupa melambat membentuk kurva yang hampir datar seperti pada gambar di atas.

Hal ini secara umum terjadi pada manusia, dan akan menjawab pertanyaan kita mengapa ketika kita menghafal kata-kata baru bahasa Inggris juga akan melupakannya dalam waktu 24 jam sesudahnya, tetapi ada juga kata-kata dan kalimat yang akhirnya akan menjadi ingatan jangkan panjang.

Penelitian tentang memori selama beberapa tahun belakangan ini juga menunjukkan bahwa ada orang-orang yang ternyata mampu mengingat setiap detail informasi yang masuk ke dalam otak, entah itu sebuah peristiwa, tulisan, angka dan sebagainya. Dan pada orang-orang ini gejala yang ditunjukkan oleh kurva lupa (curve of forgetting) tidak berlaku. Dan hal ini juga masih menjadi bahan penelitian oleh pakar-pakar memori dunia.

Penelitian lain dan gagasan tentang memori oleh Tony Buzan juga memberikan penyegaran akan sebuah seni yang hampir hilang dalam dunia kita, yaitu seni untuk mengingat secara internal. Teknik-teknik memori yang dikembangkan ternyata bisa mengeluarkan seseorang dari efek kurva lupa di atas. Teknik mengingat ternyata bisa memaksimalkan kemampuan kita dalam mengingat sesuatu dan membuktikan bahwa ruang kosong di lempeng memori otak kita belum digunakan secara maksimal. Artinya kita ini belum overload, mesin kita masih bisa digunakan, dan seharusnya kita harus mengembangkan kemampuan ini seiring dengan kemampuan kita untuk membuat mesin-mesin memori eksternal yang super super besar. Mesin tidak boleh menggantikan kemanusiaan kita. Sekarang BBIM Firends bisa memilih, menjadi generasi yang tergantung dan terikat pada memori eksternal atau mulai melatih kemampuan diri untuk mengingat secara internal dan menjadi generasi yang lebih cerdas dengan ingatan super dan kemampuan pengolahan yang juga super untuk menjadikan dunia ini lebih baik atau setidaknya kita jangan sampai lupa password-password dari aplikasi yang kita gunakan untuk menyimpan memori secara eksternal :) . Selamat bereksplorasi dan mencari teknik-teknik rahasia ini. Be Human.

Inspirasi : MOONWALKING with Einstein

http://ho.lazada.co.id/SHHfMO



Comments