Inilah Penyebab Frustasi Ketika Belajar Bahasa Inggris

http://www.belajarbahasainggrismandiri.com/2016/10/inilah-penyebab-frustrasi-ketika-belajar-bahasa-inggris.html
Penyebab Frustasi dalam Belajar Bahasa Inggris
Belajar Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya memang bisa menimbulkan rasa frustrasi ketika usaha yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil. Situasi ini tidak hanya dialami oleh pembelajar bahasa Inggris di Indonesia, tapi di seluruh dunia.



Sebagian orang mulai belajar bahasa Inggris ketika mulai menempati bangku sekolah dasar, kemudian sekolah menengah pertama, dilanjutkan sekolah menengah atas, dan hingga masuk ke universitas. Dalam kondisi seperti itu mungkin kemampuan untuk membaca sebuah artikel dalam bahasa Inggris sudah terbentuk. Kita bisa memahami sebuah artikel, bisa menuliskan beberapa ide dan menyampaikan sebuah ide dalam bahasa Inggris secara sederhana. Tetapi rasa frustrasi muncul ketika berbicara dengan native speaker (penutur asli). Kita seperti mendengar sebuah bahasa yang tidak pernah kita pelajari. Kalimat-kalimat terdengar begitu cepat, bahkan sebagian dari yang mereka ucapkan tidak pernah kita dengar atau pelajari sebelumnya. Dan tiba-tiba kita sadar, bahwa bahasa Inggris yang kita pelajari melalui sekolah dan buku belum bisa membuat kita lancar berbicara dalam percakapan nyata.

Situasi seperti ini sama seperti ketika seseorang latihan bela diri, pertama-tama mereka akan melakukan latihan gerakan-gerakan dasar seperti pukulan lurus, tendangan lurus, tendangan melingkar, bantingan dasar, cara menjatuhkan diri, cara menjatuhkan lawan dan sebagainya. Gerakan-gerakan ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah teknik bertarung yang membentuk sebuah sistem pertahanan diri yang merupakan gabungan dari berbagai gerakan dasar. Berbagai kemungkinan situasi disimulasikan, kalau lawan menyerang dari depan bagaimana antisipasinya, kalau dari belakang, samping, bagaimana bertarung di bawah (ground) dan sebagainya. Simulasi dan sistem yang terprediksi dilatih berulang-ulang hingga membentuk reflek tubuh untuk bereaksi secara otomatis ketika ada serangan. Dari hari ke hari latihan dilakukan secara berulang dan memberikan rasa percaya diri kepada orang yang berlatih menggunakan sebuah sistem bela diri. Tetapi...suatu hari...ketika tanpa sengaja orang tersebut berada di sebuah situasi yang mengharuskannya untuk street fighting (tarung jalanan), tiba-tiba semua yang sudah dipelajarinya hilang dari dirinya. Semuanya berlangsung begitu cepat, tiba-tiba dia terpukul jatuh dan tidak tahu cara mengantisipasi situasinya. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Dan mengapa hal ini juga terjadi ketika kita terlibat dalam sebuah percakapan nyata yang tidak bisa diprediksi arah dan gaya pembicaraannya ?

Jawabab untuk hal ini adalah : Kita tidak dilatih untuk menghadapi situasi yang tidak terprediksi (tidak bisa diduga).

Dalam latihan percakapan biasanya kita menghafalkan jawaban dan pertanyaan. Kalau kita ditanya "how are you ?" maka jawabannya "I am fine." Tetapi ketika lawan bicara mulai menggunakan slang atau idiom seperti "Just shooting the breeze" atau "Squash the beef!, tiba-tiba kita blank dan tidak tahu harus menjawab apa, ditambah lagi dengan kecepatan pronunciation yang tidak pernah kita pelajari sebelumnya. Dan tiba-tiba kita termenung, kita sudah menguasai sekian ribu kosa kata, mampu mendengarkan percakapan dari kaset audio yang kita beli dengan harga ratusan ribu, bisa menulis sekian paragraph dan surat lamaran kerja, tetapi terdiam ketika terlibat percakapan nyata yang tidak terprediksi naskahnya, tidak bisa diatur kecepatannya, dan tidak bisa dipilih frasa atau kalimat yang harus digunakan berdasarkan "level" bahasa inggris kita. Lalu, apa yang harus kita lakukan ? Apakah semua yang sudah kita lakukan sia-sia ?

Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah aktivitas belajar, sama seperti seorang yang belajar sebuah sistem bela diri telah mengetahui dasar-dasar pertahanan diri, demikianlah bagi kita yang sudah belajar bahasa Inggris di sekolah, laboratorium, dan buku telah memiliki dasar untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Yang perlu kita lakukan adalah mencari kata, frasa, kalimat dan situasi yang mendekati atau sama dengan situasi yang nyata dalam sebuah percakapan. Dan inilah hal-hal yang terjadi dalam sebuah percakapan nyata :
  • Kata, frasa, klausa, dan kalimat yang digunakan sering berbeda dengan yang digunakan dalam text book.
  • Kecepatan berbicara tidak sama dengan kecepatan audio yang kita pelajari (jauh lebih cepat).
  • Arah tanya jawab serta respon seringkali tidak terprediksi seperti naskah percakapan yang sudah kita pelajari.
  • Native speaker dari Amerika, Kanada, Australia, atau Britania Raya sering menggunakan idiom dan slang yang tidak kita pelajari di kelas atau laboratorium.
  • Kadang apa yang kita ucapkan dalam bahasa Inggris justru tidak dimengerti oleh native speaker (penutur asli).
Berdasarkan hal di atas, maka setelah kita mengetahui dasar dari bahasa Inggris, maka yang perlu kita lakukan adalah :
  • Meningkatkan speed (kecepatan) berbicara dan berespon dalam berbahasa Inggris.
  • Berlatih mendengarkan percakapan nyata, bukan percakapan yang diperankan oleh artis atau aktor dalam sebuah rekaman audio bahasa Inggris (walaupun audio tetap perlu dipelajari dan didengarkan sebagai latihan dasar).
  • Catat semua kosa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh native speaker (bukan kalimat text book).
  • Mengarahkan semua bentuk latihan kepada situasi yang sebenarnya (sama atau mendekati).
  • Melatih respon otomatis untuk menjawab pertanyaan yang tidak terprediksi dalam percakapan nyata.
  • Meminimalkan waktu berpikir seminimal mungkin, karena dalam percakapan nyata kita tidak bisa berlama-lama berpikir untuk menerjemahkan apa yang kita maksud dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.
Jika hal-hal di atas bisa kita lakukan, maka frustrasi dalam bahasa Inggris akan bisa kita hilangkan, kita bisa bergerak dari satu level ke level berikutnya. Karena berdasarkan kenyataan yang ada, masalah level bukanlah masalah kosa kata dan grammar. Kosa kota dan grammar bisa dipelajari tanpa memperhitungkan level, tetapi kecepatan dan otomatisasi atau refleklah yang menunjukkan level yang sesungguhnya.

Tetapi ada kendala untuk mencapai hal tersebut :
Sulit untuk mendapatkan sebuah situasi percakapan yang mendekati atau sama dengan percakapan nyata. Beberapa lembaga bahasa Inggris yang menggunakan native speaker sebagai nara sumber bisa membantu dalam hal ini, atau dengan melihat dan mendengarkan percakapan dalam sebuah film. Film menghadirkan percakapan yang mendekati situasi real ketika bahasa Inggris digunakan di negara asalnya. Jika BBIM Friends tidak memiliki akses ke native speaker, jalur film ini bisa dijadikan sebagai alat latihan mendengarkan dan berbicara yang bagus.

Miliki teman native speaker di dunia nyata atau di dunia maya. Dengan memiliki teman native speaker kita bisa mengetahui apakah bahasa Inggris kita sudah mendekati nyata atau tidak.Ketika mereka berkomentar bahwa mereka tidak paham dengan apa yang kita katakan, atau mereka berkata bahwa bahasa yang kita gunakan terlalu formal dan textbook, maka itu saatnya untuk memperbaiki sistem belajar bahasa Inggris yang selama ini sudah kita lakukan.

Bergabung di sebuah komunitas bahasa Inggris baik di dunia maya atau dunia nyata. Hal ini untuk membantu kita agar terus terhubung dengan bahasa Inggris, terbiasa, dan menemukan hal-hal yang perlu kita perbaiki dari waktu ke waktu.

Membaca berita berbahasa Inggris. Walaupun berita bahasa Inggris umumnya menggunakan bahasa baku yang jarang digunakan dalam percakapan nyata, tetapi membaca tetap dapat membantu untuk menambah kosa kata baru, dan memahami susunan yang benar dalam sebuah bahasa.

Learn deeply, pelajari secara mendalam dan berulang setiap kata, frasa, klausa, dan kalimat. Usahakan untuk terus meningkatkan kecepatan dalam pengucapan dan reaksi untuk setiap kalimat yang dipelajari. Hal ini akan sangat membantu ketika kita berlatih dalam situasi yang mendekati siatuasi real. Prinsipnya, ketika mendapatkan sebuah kalimat, pastikan kalimat tersebut menjadi milik BBIM Friends dan bisa secara otomatis digunakan dalam percakapan. Jadikan hal tersebut sebagai target utama ketika belajar bahasa Inggris.

Mempelajari bahasa Inggris adalah sebuah perjalanan panjang, nikmati setiap momen, setiap kata, frasa, klausa dan kalimat yang kita temui. Setiap langkah akan membawa kita pada pengalaman berbahasa yang lebih luas dan lengkap. Selamat belajar.

Join IG @BBIMPHRASE



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Penyebab Frustasi Ketika Belajar Bahasa Inggris "