Perlu dibaca

Finlandia Akan Menghapus Semua Mata Pelajaran di Sekolah

http://www.belajarbahasainggrismandiri.com/2017/01/finandia.html
Sistem pendidikan di Finlandia

Finlandia akan menjadi negara pertama di dunia yang meniadakan semua mata pelajaran di sekolah

Sistem pendidikan di Finlandia dikenal sebagai salah satu sistem pendidikan terbaik didunia. Di peringkat internasional, Finlandia selalu masuk dalam 10 besar. Tetapi pemerintah Finlandia tidak berhenti sampai di sana saja dan mereka sedang menyiapkan sebuah terobosan baru yang revolusioner dalam sistem pendidikan mereka.



Finlandia kini sedang mempersiapkan sebuah sistem yang akan menghapus mata pelajaran dari kurikulum di negara tersebut. Tidak akan ada lagi mata pelajaran tunggal seperti Fisika, matematika, bahasa, sejarah, atau geografi di kurikulum pendidikan Finlandia.

Marjo Kyllonen, kepala departemen pendidikan di negara produsen Nokia ini mengatakan perubahan sebagai berikut :
"There are schools that are teaching the old-fashioned way which was of the benefit in the 1900s-but the need are not the same, and we need something fit for the 21st century."

Sekolah-sekolah telah mengajar dengan cara lama yang bermanfaat di permulaan tahun 1900-an, tetapi kebutuhan saat ini sudah tidak sama lagi, dan kita membutuhkan sesuatu yang lebih tepat untuk abad 21.
Bagaimana sistem yang dimaksud oleh Marjo Kyllonen ini ?

Dalam sistem yang baru ini, pelajar di sekolah tidak lagi mempelajari sebuah mata pelajaran sebagai mata pelajaran tunggal atau terpisah satu sama lain, murid di sekolah akan mempelajari sebuah peristiwa atau fenomena, dan gejala yang terjadi melalui berbagai macam disiplin ilmu.

Sebagai contoh, ketika murid di sekolah mempelajari sejarah tentang Perang Dunia II, maka peristiwa sejarah ini akan mereka pelajari dari berbagai sudut pandang dan disiplin ilmu. Mereka akan mempelajarinya dari sudut pandang sejarah, geografi dan juga matematika. Atau ketika mereka sedang mempelajari sebuah topik misalnya "bagaimana bekerja di cafe", maka pelajar akan menyerap pelajaran tentang hal tersebut dengan pengetahuan tentang bahasa Inggris, ilmu ekonomi, dan juga ilmu tentang keahlian berkomunikasi.

Sistem ini akan diperkenalkan pada murid setingkat SMA atau usia sekitar 16 tahun. Secara umum, sistem ini akan mengharuskan murid untuk memilih topik, peristiwa, atau fenomena yang ingin mereka pelajari dari berbagai disiplin ilmu yang terkait sambil memikirkan apa yang bisa mereka lakukan setelah mempelajari hal tersebut untuk peningkatan kemampuan mereka di masa depan. Dengan cara seperti ini maka tidak akan ada lagi murid yang bersusah payah memeras otak dan tenaga mempelajari bahasa Inggris, matematika, fisika, kimia, ekonomi, sejarah dan di akhir pelajaran atau tamat sekolah mereka mendapatkan tanda tanya besar : "Untuk apa aku mempelajari dan mengetahui semua ini?"

Hal ini akan menjadi relevan karena saat ini kita sedang berada di era informasi dan juga era data yang membutuhkan kemampuan untuk melihat sebuah informasi atau bahkan infomasi yang sedemikian banyak dari berbagai sudut pandang, mampu melihat kebenaran sebuah infromasi, menganalisanya dalam bentuk data dan menghasilkan sebuah solusi yang tepat untuk sebuah situasi yang sedang berkembang.

Perubahan juga akan terjadi pada cara komunikasi antara guru dan murid. Murid tidak akan lagi secara tradisional duduk di belakang bangku sekolah, dan menunggu dengan khawatir untuk dipanggil guna menjawab sebuah pertanyaan. Sebaliknya mereka akan belajar dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan sebuah masalah dari berbagai sudut pandang.

Sistem baru ini saat ini sedang dikembangkan dengan sangat serius di Finlandia dan diharapkan akan mendapatkan bentuk idealnya di tahun 2020.

Sumber : theearthchild.co.za





Comments