Perlu dibaca

Penelitian Universitas Yale : Membaca membuat kita hidup lebih lama

http://www.belajarbahasainggrismandiri.com/2017/01/penelitian-universitas-yake.html

Penelitian Universitas Yale : Orang Yang Membaca buku berpotensi untuk hidup lebih lama

Sebuah penelitian bari di Jurnal "Social Science and Medicine" menyatakan bahwa orang yang gemar membaca buku, hidup lebih lama daripada yang tidak melakukannya.



Riset yang dilakukan oleh Yale University ini melibatkan sekitar 3.635 peserta dengan usia di atas 50 tahun mengenai kebiasaan membaca yang mereka miliki.

Dari data yang didapatkan, mereka membagi orang-orang tersebut ke dalam tiga kelompok, yaitu :
  • Non readers (orang yang tidak suka membaca buku).
  • Orang yang membaca buku kurang dari 3,5 jam per minggu.
  • Orang yang membaca buku lebih dari 3,5 jam per minggu.
Para peneliti memperhatikan kehidupan masing-masing grup selama 12 tahun. Orang yang membaca paling banyak adalah seorang wanita, berpendidikan tinggi dan memiliki pendapatan paling tinggi di antara grup tersebut.

Setelah melakukan penelitian, peneliti secara konsisten menemukan bahwa dua kelompok yang memiliki kebiasaan membaca cenderung hidup lebih lama daripada yang kelompok yang tidak membaca buku.

Pembaca buku yang membaca buku lebih dari 3,5 jam per minggu, rata-rata hidup 23 bulan lebih lama daripada orang yang tidak membaca buku sama sekali. Hal ini terjadi pada semua peserta tanpa memandang gender, kekayaan, pendidikan, atau tingkat kesehatan mereka. 20% perpanjangan usia yang terjadi, menurut penelitian ini disebabkan oleh kegiatan yang sama, yaitu membaca, di luar faktor-faktor yang didebutkan di atas.

Hasil penelitian ini menjadi cukup penting untuk diperhatikan ketika kita bisa melihat bahwa kulaitas hidup bisa ditingkatkan dengan melakukan lebih banyak kegiatan membaca. Sebuah kabar baik bagi orang-orang yang telah beusia di atas 50 tahun, bahwa mereka bisa meningkatkan kualitas hidup dengan mulai banyak membaca buku.

Hasil lainnya juga menunjukkan bahwa para pemabca buku memiliki kemampuan bertahan hidup dalam usia mereka sebanyak 4 bulan lebih banyak ketika 20% dari teman-teman mereka sudah meninggal. Para pembaca buku yang diteliti selama 12 tahun tersebut juga menunjukkan bahwa mereka mengalami penurunan atas resiko kematian sebanyak 20% selama 12 tahun pengamatan dibandingkan dengan mereka yang tidak membaca buku.

Analisa selanjutnya menunjukkan bahwa membaca buku secara rutin tidak peduli pada jenis buku yang dibaca, menghasilkan keuntungan untuk bertahan hidup lebih lama dibanding membaca secara periodik. Ini memberikan sebuah indikasi bahwa jika kita membaca buku secara serius akan memberikan lebih banyak memberikan manfaat daripada membaca secara umum / sekedar membaca.

Salah satu alasan mengapa membaca buku secara utuh lebih menguntungkan adalah karena membaca buku akan meilbatkan fungsi kognitif lebih banyak. Semakin banyak membaca maka fungsi kognitif akan semakin bagus.

Para pecinta buku tentunya sudah mengetahui bahwa membaca akan membawa kita pada dua proses kognitif utama, yaitu deep reading (membaca secara mendalam) dan emotional connection (keterhubungan emosional). Deep reading adalh proses yang lambat di mana pembaca terhubungdengan buku dan berusaha serta mencari pemahaman atas apa yang dibacanya, di dalam konteksyang terdapat dalam buku itu sendiri, atau konteks yang terdapar dalam dunia luar (di luar konteks yang terdapat dalam buku).

Keterhubungan emosioan adalah ketika pembaca berempati dengan karakter yang sedang dibacanya dan menghasilkan peningkatan persepsi sosial dan kecerdasan emosional. Kegiatan seperti ini bisa menghasilkan kebiasaan hidup yang lebih sehat dan mengurangi stress.

Tidak ada jalan terbaik untuk memulai kebiasaan membaca, tidak ada disiplin, peraturan, atau paksaan yang bisa dilakukan, untuk memiliki kebiasaan membaca adalah dengan menyediakan waktu khusus yang digunakan untuk membaca dengan cara yang benar dan mendalam.

Selamat membaca.

Referensi : bigthink.com





Comments