Perlu dibaca

Jenis-jenis Idiom Dalam Bahasa Inggris

http://www.belajarbahasainggrismandiri.com/2017/05/jenis-jenis-idiom-dalam-bahasa-inggris.html

Jenis-jenis Idiom (ungkapan) dalam Bahasa Inggris

Idiom atau ungkapan banyak digunakan dalam percakapan bahasa Inggris, oleh sebab itu Bahasa Inggris dikenal sebagai bahasa yang paling idiomatis di dunia.




Sebagai pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa ke dua, idiom merupakan hal yang perlu dipelajari dengan lebih teliti, karena sebuah idiom seringkali tidak mengikuti tata bahasa (grammar) yang baku. Dan kesulitan yang berikutnya adalah kita seringkali tidak mengetahui dengan pasti kapan sebuah idiom diucapkan secara tepat dalam sebuah situasi. Hal ini karena idiom muncul dari keseharian yang terdapat di lingkungan para penutur asli, sehingga untuk memahaminya kita perlu mempelajari secara teratur dengan pengamatan yang mendalam serta latihan yang berulang.

Memperhatikan para penutur asli (native speaker) mengucapkan idiom adalah cara yang terbaik, karena kita bisa mengetahui bagaimana sebuah idiom digunakan secara tepat. Selain itu dengan banyak membaca dan menemukan idiom-idiom dalam sebuah artikel akan sangat membantu kecepatan kita dalam memahami idiom-idiom dalam bahasa Inggris.

Ada sebuah frasa yang mengatakan "language is a living thing" (bahasa adalah sesuatu yang hidup). Tetapi kita perlu waktu untuk mengerti frasa ini, bagaimana seseorang bisa mengatakan bahwa sebuah bahasa adalah sesuatu yang hidup? Ungkapan ini muncul karena ternyata bahasa apapun di dunia terus mengalami perkembangan, banyak ungkapan dan kata-kata, frasa, serta kalimat-kalimat baru yang muncul sesuai dengan perkembangan jaman. Setiap jaman memiliki perubahannya sendiri, dan setiap perubahan yang terjadi, entah itu peristiwa, sejarah, perkembangan teknologi dan budaya membutuhkan sebuah bahasa untuk bisa mengekspresikannya. Ilmuwan kuantum membutuhkan bahasa untuk menjelaskan teorinya, seorang ahli mesin perlu bahasa untuk menjelaskan sistem, seorang manajer perlu bahasa untuk menyampaikan rencana-rencananya, remaja perlu bahasa untuk mengekspresikan dunianya dan seterusnya. Dan kosa kata baru terus bermunculan sehingga "language is a living thing" menjadi relevan.

Bahasa Inggris di jaman ini memiliki kecenderungan untuk semakin idiomatis, oleh sebab itu mempelajari kata-kata dan aturan dasar dalam bahasa Inggris seringkali tidak cukup berguna untuk bisa digunakan dalam percakapan nyata. Oleh karena itu sebagai pembelajar Bahasa Inggris kita perlu terus mengetahui perkembangan bahasa yang terjadi. Dan tentu saja hal ini juga berlaku bagi pembelajar bahasa apapun yang ada di dunia. Semakin maju sebuah peradaban, semakin banyak ekspresi bahasa yang dibutuhkan untuk bisa menjelaskannya dengan baik. Sebuah wisdom, ide, pemikiran, pemahaman perlu diungkapkan dengan bahasa agar bisa dipahami sebagai sebuah pengetahuan (knowledge) dan infromasi yang bisa dipelajari secara terstruktur. Ketidaktahuan cara mengungkapkan  sesuatu akan membuat banyak kesalahpahaman dan pemaknaan.

Idiom bukanlah bagian terpisah dalam pelajaran bahasa Inggris di mana seseorang bisa memilih untuk menggunakan atau tidak menggunakannya, tetapi idiom telah menjadi hal yang esensial dalam kosa kata bahasa Inggris. Jika kita bisa memahami bahwa kosa kata (vocabulary) terus akan bertambah dan berkembang maka kita akan bisa menempatkan idiom dalam perspektif yang benar dalam proses belajar bahasa. Kalimat seperti ini misalnya, "I understand but I can't explain it" (Saya mengerti tetapi tidak bisa menjelaskannya) adalah indikasi bahwa pemahaman dan ekspresi dalam sebuah bahasa adalah ruang yang berbeda. Jika kita mau merenungkannya maka kita akan mendapatkan sense/feeling yang berbeda terhadap pelajaran bahasa.

Perkembangan dan perubahan selalu terjadi dalam kosa kata bahasa Inggris.

Kita tidak perlu menjadi seorang ahli bahasa untuk menyadari kenyataan ini, yaitu bahwa kosa kata dalam bahasa apapun akan selalu mengalami perkembangan secara terus menerus seiring dengan bertambahnya pengetahuan. Sebuah ide baru memerlukan sebuah label bahasa untuk menamainya, tanpa label maka pengkomunikasian/penyampaian sebuah ide baru akan mustahil. Saat ini banyak sekali istilah dalam teknologi, psikologi, ilmu pengetahuan (science), sosiologi, politik dan ekonomi muncul dari bahasa Inggris dan digunakan secara luas di dunia. Kata-kata yang tadinya sudah memiliki arti dalam sebuah bidang bisa muncul di bidang lain dengan makna yang berbeda dan menjadi sebuah istilah baru. Misalnya kata wage dan freeze, dua kata ini sudah dikenal lama dalam bahasa Inggris, tetapi frasa ini kemudian menjadi ekspresi dari sebuah ide baru menjadi "a wage-freeze" atau to freeze wage yang digunakan oleh politikus British untuk mengekspresikan "to stop increase in wages" (menghentikan kenaikan upah). Kata ini juga mengalami perkembangan yang sama dalam kata "to freeze prices dan a price-freeze." Jadi sebuah kata bisa berubah dari verb menjadi noun atau sebaliknya.

Saat ini penulis dan pembaca bahasa Inggris lebih fleksibel untuk menerima sebuah frasa atau kalimat menjadi benar atau bisa diterima tanpa memperhatikan struktur yang benar. Sesuatu yang dulunya secara gramatikal salah, saat ini bisa diterima tidak hanya dalam percakapan sehari-hari tetapi juga diterima dalam bentuk penulisan. Misalnya kata "I have never heard of her before" (benar secara gramatikal) bisa diterima dengan ekspresi "I never heard of her before." atau "Whom shall I ask?" bisa ditulis dengan "who shall I ask?"

Perubahan attitude ini juga terjadi dalam penggunaan bahasa slang, saat ini banyak kata-kata yang berasal dari bahasa slang. Misalanya kata "be browned with somebody" ini dulunya adalah istilah slang untuk "to be bored with somebody" dan sekarang banyak digunakan dalam percakapan informal dan tidak dikategorikan sebagai sebuah slang.

Jadi dengan perubahan-perubahan ini kita bisa memahami bahwa sebuah idiom bukan hanya berfungsi sebagai bahasa sehari-hari (colloquial) tetapi juga bisa muncul dalam situasi dan penulisan formal.

Apakah idiom itu ?

Idiom bisa kita sebut sebagai penggabungan dua kata atau lebih dan menciptakan arti baru yang berbeda jika sebuah kata berdiri sendiri. Dan cara penggabungan kata-kata menjadi sebuah idiom seringkali tidak logis dan tidak sesuai secara tata bahasa. Sehingga banyak pembelajar bahasa Inggris akan menanyakan pertanyaan seperti ini ketika berhadapan dengan sebuah idiom :

Ada banyak sumber dari sebuah idiom, hal terpenting dari sebuah idiom adalah maknanya, bukan bentuk strukturnya dan native speaker (penutur asli) tidak melihatnya sebagai sebuah kesalahan gramatikal seperti kita yang belajar bahasa Inggris mulai dari pemahaman grammar. Ketika sebuah idiom bisa ditelusuri awal mula munculnya/asal mulanya, maka sebuah idiom akan lebih mudah dipahami maknanya. Kita akan lebih bisa membayangkan artinya berdasarkan tempat, situasi, dan daerah di mana idiom tersebut muncul. Banyak idiom yang muncul dari keseharian orang Inggris baik itu di rumah, pertanian, militer, kelautan,  di lingkungan sekitarnya, tempat kerja dan sebagainya. Misalnya idiom "to hit the nail on the head", to be born with a silver spoon in one's mouth", "to eat humble pie", "to go to seed", "to be in deep water", dan banyak lagi lainnya.

Jenis-jenis Idiom

Idiom bisa memiliki banyak struktur, ada yang sangat pendek, dan ada yang sangat panjang. Misalnya : a dark horse, forty winks, cold war, to cut one's coat according one's cloth.

Idiom bisa memiliki struktur yang reguler (beraturan) dan juga irregular (tidak beraturan), dan bahkan dalam bentuk yang secara struktur dan grammar adalah salah. Misalnya idiom "I am good friends with him" secara struktur dan grammar tidak logis karena I adalah kata ganti tunggal tetapi tidak ditulis/dikatakan "I am a good friend with him" (perhatikan kata friends dan friend). Native speaker tidak menyadari ini sebagai sebuah kesalahan, tetapi secara makna tetap benar dan artinya jelas.

Ada juga idiom yang memiliki bentuk regular (benar secara struktur dan gramatikal) tetapi tidak memiliki arti yang jelas. Misalnya idiom "to have a bee in one's  bonnet" (bee = lebah dan bonnet adalah kap mesin). Bagi seorang yang bukan native speaker, idiom ini memiliki grammar yang benar, tetapi artinya bisa sangat membingungkan, apa arti dari memiliki lebah dalam sebuah kap mesin ? Idiom ini artinya membicarakan sesuatu secara terus menerus karena seseorang berpikir bahwa hal itu penting. "He never stops talking about boxing-he's got a bee in his bonnet about it."

Dan idiom yang lain adalah idiom yang baik secara grammar dan artinya tidak beraturan. Misalnya kata "to be at large" bentuk dari idiom ini adalah verb (kata kerja) + preposition (kata depan) + adjective (kata sifat) tetapi tidak ada kata benda. Jadinya terlihat dan terdengar aneh ketika diucapkan atau ditulis. Contoh idiom lain yang mirip seperti ini adalah to be in the swim, to go through thick and thin. Bagi orang yang bukan native speaker tentunya akan sangat sulit memahami hal ini jika seseorang mengucapkannya dalam percakapan nyata. Jadi memang untuk memahami idiom harus diperlukan waktu untuk mempelajarinya dan mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin dengan idiom-idiom tersebut baik melalui membaca, mendengar, atau terlibat dalam percakapan yang menggunakan idiom-idiom tersebut.

Dan hal yang tak kalah penting dalam mempelajari idiom adalah mengetahui kapan dan di mana sebuah idiom bisa secara tepat digunakan. Hal ini tentunya sangat bervariasi dan merupakan kesulitan tersendiri bagi seorang yang belajar bahasa Inggris. Kita harus memahami di situasi bagaimana, bentuk yang benar, dan pilihan idiom yang benar untuk situasi tersebut. Ada idiom yang bisa digunakan dalam situasi formal dan ada idiom yang digunakan dalam suasana informal. Jadi pemilihan idiom harus didasarkan pada orang yang sedang kita ajak bicara dan juga situasinya. Misalnya kita datang terlambat ke rumah teman, kita bisa mengatakan "Sorry I'm late, but  got badly held up." Tetapi jika datang ke sebuah pertemuan formal dan terlambat, kita tidak bisa menggunakan idiom yang sama. Kita bisa katakan "I do apologise for being late. I'm afraid my train was delayed."

Cukup rumit ya mempelajari idiom? Tentu saja jika kita melihat kerumitan tersebut dalam gambaran yang besar, tetapi dengan belajar secara bertahap dan rajin mengamati penggunaan idiom baik melalui bacaan, mendengarkan native speaker yang berbicara di radio, televisi, dan film atau percakapan nyata dan kemudian kita mulai sering berlatih menggunakannya, maka idiom akan menjadi sebuah keseharian dan kebiasaan dan bukan lagi hal yang sulit. Bahasa adalah kebiasaan.

Selamat mempelajari idiom dengan lebih serius.

Join BBIM TCC





Comments