Tips Belajar Bahasa Inggris : Learning as a reward

Tips Belajar Bahasa Inggris

Belajar Bahasa Inggris sebagai sebuah hadiah

Belajar bahasa Inggris bagi orang yang memilih untuk melakukannya adalah bagian dari keseluruhan proses belajar dari semua hal yang perlu dipelajari selama seseorang hidup. Belajar adalah bagian dari hidup. Disadari atau tidak, manusia tidak pernah berhenti mempelajari sesuatu sepanjang hidupnya. Hanya saja kata "belajar" telah menjadi sebuah bagian yang terpisah ketika kita mulai memasuki masa sekolah.



Ketika manusia lahir dalam bentuk bayi, hal pertama yang dipelajarinya adalah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di sekitarnya. Beralih dari realitas rahim ibu ke realitas tiga dimensi + dimensi waktu yang akan ditempatinya sepanjang hidup. Si bayi mulai belajar menghirup oksigen, kemudian berusaha menyesuaikan mata dengan cahaya di sekeliling, menyesuaikan kulit dengan suhu udara dan seterusnya termasuk mendengarkan berbagai bunyi yang sebelumnya tak pernah ia dengar.

Ketika si bayi mulai tumbuh, dia akan menyesuaikan diri dengan gravitasi bumi. Berusaha mendapatkan keseimbangan dengan merangkak sehingga otot-ototnya berkembang dan mampu menopang kaki untuk mulai berjalan. Semakin lama si bayi mulai bertumbuh menjadi anak-anak. Mempelajari segala sesuatu dengan seluruh panca indranya. Dan di masa ini apa yang kita sebut dengan "belajar" dilakukan oleh anak-anak dengan paradigma "bermain."

Dunia bermain anak sebenarnya adalah bayangan dari realitas yang dihadapi orang dewasa. Mereka bermain masak memasak, bermain mobil-mobilan, bermain tembak-tembakan, bermain peran sebagai penyanyi, dokter, insinyur, pengusaha dan sebagainya. Sesekali datanglah ke toko mainan anak, dan lihat apa yang ada di sana.Dan Anda akan menyadari bahwa semua yang ada di toko mainan adalah semua benda yang digunakan oleh orang dewasa dalam bentuk yang lebih imut dan lucu.

Di masa sekarang, permainan simulasi dunia nyata ini dikemas dalam bentuk game. Game memberikan gambaran tentang realitas dunia nyata, walaupun sekarang nampaknya pencipta game sedang berusaha membuat realitas dunianya sendiri melalui program komputer alih alih mensimulasikan dunia nyata. Berbagai makhluk muncul dari dunia game seperti monster Pokemon dan sebagainya. Dan teknologi virtual reality semakin mendekatkan kita pada akan munculnya realitas-realitas baru selain realitas nyata di sekeliling kita.

Kemudian si anak-anak ini mulai memasuki masa sekolah. Nah, di sinilah mereka mulai mengalami pemisahan antara dunia bermain dan belajar. Ketika mereka masuk ke sekolah formal, maka kata belajar menjadi sesuatu yang formal. Bermain adalah informal dan belajar adalah formal. Ada jam belajar, dan ada jam bermain. Hal ini diperlukan karena mereka memasuki sebuah sistem. Sistem memiliki sebuah keteraturan. Dan sekolah sebagai sebuah sistem menempatkan kata "belajar" ini sebagai hal yang terpisah dari kegiatan lainnya di dunia ini. Apa implikasi dari paradigma ini setelah seseorang selesai dengan masa sekolahnya ?

Setelah seseorang selesai dengan masa sekolahnya selama lebih kurang 12 tahun dari SD-SMA, maka ini waktu yang sangat cukup untuk membuat pemahaman secara tidak disadari bahwa belajar bukanlah bagian dari kehidupan sehari-hari. Itu sebabnya ketika lulus SMA remaja-remaja umumnya akan menganggapnya sebagai sebuah hari kemerdekaan. Mereka berkonvoi dan berbuat sesuatu yang tidak biasa seperti mewarnai baju, wajah, dan sebagainya. Kita semua pernah melakukannya. Tetapi kalau kita renungkan lagi, kebebasan dari apa yang sedang kita rayakan ? ....... dari kata "belajar", "tugas", dan "ujian." Jadi, sistem ini setelah 12 tahun dilalui menghasilkan pemahaman bahwa belajar adalah beban. Lulus berarti terlepas dari beban.

Nah, meskipun cukup lelah dengan 12 tahun "beban" tersebut, remaja-remaja ini masih berusaha untuk memasuki sebuah sistem lagi di pendidikan yang lebih tinggi. Kuliah! Di era ini kata belajar mulai berubah dari sebuah "kewajiban" menjadi sebuah "pilihan." Di perkuliahan, siswa-siswa yang telah menjadi "mahasiswa" (?) ini tidak lagi dalam kontrol guru dan orang tua untuk belajar. Jika ingin nilai bagus, ya harus belajar, kalau tidak ya tidak lulus. Kalau tidak lulus berarti masa kuliah semakin panjang, dan kalau terlalu lama akhirnya drop out. Perubahan ini membuat kata belajar yang tadinya beban menjadi sebuah pilihan dan akhirnya membuat perubahan sikap ketika seorang mahasiswa lulus. Mereka tidak lagi mengalami "euforia" kebebasan yang membuat mereka menjadi liar, tetapi cukup dengan melemparkan topi kesarjanaan ke atas sebagai tanda bahwa mereka telah berhasil membuat pilihan untuk belajar, dan dari hal tersebut sebuah institusi mensahkan proses belajar tersebut dengan sebuah ijasah dan gelar. Di tingkat yang lebih tinggi lagi, perayaan kelulusan akan semakint terlihat "kalem" dan tenang.

Bagaimana dengan belajar Bahasa Inggris setelah masa pendidikan formal selesai?
Setelah mengalami pendidikan formal dan memasuki dunia kerja atau dunia usaha, kata belajar mulai dipahami sebagai sebuah kebutuhan. Untuk bisa berprestasi di dunia kerja perlu peningkatan ketrampilan. Berbagai keahlian baru harus diinstal ke dalam sistem pikiran dan tubuh supaya dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Bahasa Inggris adalah salah satu contohnya. Keahlian ini perlu terus ditingkatkan karena perkembangan teknologi informasi dan transportasi telah mengaburkan batas-batas wilayah antar negara.

Untuk mempelajari bahasa Inggris ada yang menempuhnya dengan les, kursus, ataupun belajar bahasa Inggris secara mandiri. Tetapi dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai alat komunikasi, kita perlu menyadari bahwa hasil akhir yang kita kejar adalah kemampuan untuk berbicara dan berekspresi dengan lancar dalam bahasa Inggris. Jika kita masih berparadigma akan belajar selama sebulan, dua bulan, tiga bulan, satu paket, dua paket, kemudian lulus dan mendapatkan pengesahan, maka sebenarnya kita mundur kembali ke masa sekolah formal. Karena kebutuhannya adalah untuk digunakan sehari-hari, kita perlu melepaskan diri dari pandangan bahwa bahasa Inggris adalah sebuah "pelajaran" meskipun materinya disusun dalam bentuk pelajaran-pelajaran.

Jika di masa sekolah SD-SMA "belajar" adalah sebuah kewajiban, dan di masa kuliah kata belajar adalah plihan, maka di masa setelah semua keformalan tersebut selesai, belajar harus menjadi sesuatu yang natural lagi seperti ketika kita masih belum sekolah. Bukan lagi sebuah kewajiban atau pilihan, melainkan merupakan hal-hal ini :
  • Sebagai kebiasaan (habit)
  • Sebagai gaya hidup (life style)
  • Sebagai pengalaman sehari-hari (daily experience)
  • dan yang terpenting : sebagai hadiah (reward)

    Belajar bahasa Inggris sebagai kebiasaan (habit).

    Ketika belajar menjadi sebuah sebuah kebiasaan, maka kita menghilangkan pembatas pertama dalam proses belajar kita, yaitu waktu. Ketika Anda mempelajari bahasa Inggris sebagai sebuah kebiasaan, maka waktu bukan lagi pembatas. Anda bisa menikmati proses belajar setiap saat yang Anda inginkan. Tidak ada deadline kapan harus selesai, Anda hanya menggunakan dan terus menambah kemampuan dari hari ke hari tanpa harus khawatir ketinggalan kereta asalkan Anda terus terhubung dengan kebiasaan ini.

    Belajar bahasa Inggris sebagai gaya hidup (life style).

    Ketika belajar bahasa Inggris menjadi sebuah life style, Anda mulai tidak menyadari bahwa Anda sedang belajar. Anda akan melihat sebuah kata, frasa, dan kalimat sebagai bagian dari bahasa sehari-hari. Tidak ada yang aneh lagi. Anda menemukan kata dan kalimat baru setiap hari, menggunakannya secara alami, membaca, menulis, tanpa harus berusaha memindahkan pikiran dari "ini bahasa Inggris" dan "ini bukan bahasa Inggris." Dengan kata lain, Anda mulai terbebas dari ruang dan waktu.

    Belajar bahasa Inggris sebagai pengalaman sehari-hari (daily experience).

    Ketika belajar bahasa Inggris telah menjadi pengalaman sehari-hari, maka bahasa Inggris bukan lagi sebuah bahasa yang berbeda dari bahasa ibu kita. Anda telah memiliki kemampuan untuk berekspresi dan mengungkapkan semua pikiran, perasaan dan emosi dalam bahasa ini. Anda telah berhenti menghakimi diri sendiri mengenai grammar dan pronunciation. Anda mengalami dan berekspresi dan kemampuan Anda terus meningkat dengan lebih cepat tanpa anda harus memikirkan di level mana Anda berada atau mengejar sebuah tingkatan. Anda tentunya menguasai bahasa Indonesia dan bahasa daerah Anda dengan baik bukan? Anda tidak lagi berpikir grammarnya, Anda tidak lagi mempersoalkan pronunciationnya. Ketika seseorang sedang berbicara Anda mendengar, bukan menghakimi tata bahasanya, melainkan memahami dan menanggapi. Yah, itulah ketika sebuah bahasa telah menjadi pengalaman sehari-hari.

    Belajar bahasa Inggris sebagai sebuah hadiah (reward).

    Ketika Anda melihat belajar bahasa Inggris sebagai sebuah reward (hadiah) bagi diri Anda sendiri, maka Anda akan menghilangkan rasa malas untuk terus belajar dan berlatih dengan berbagai macam cara, entah itu mengerjakan soal, membaca, mendengar, dan menulis dalam bahasa inggris. Hal ini akan terus memotivasi Anda setiap hari. Anda sadar, ketika Anda mempelajari sebuah kosa kata baru artinya Anda sedang memberikan hadiah kepada diri dengan sebuah peningkatan kemampuan. Satu kosa kata baru yang Anda pelajari sama dengan membentuk sebuah jalur baru di jaringan neuron di otak. Dan ketika Anda mengulanginya, jalur tersebut semakin kuat, dan dalam tingkatan over learning, Anda tidak akan melupakannya. 
    Jika saat ini Anda sedang tidak termotivasi untuk belajar bahasa Inggris secara konsisten, ingatlah bahwa ini bukan kewajiban, bukan pilihan, tetapi ini sebuah reward (hadiah) dan rasakan perbedaannya. Dalam studi neuroplatisitas terkini diketahui bahwa Anda tidak perlu khawatir dengan kekuatan belajar otak Anda, selama Anda terus belajar, maka jaringan neuron di otak Anda akan terus berkembang sampai kapanpun (kita diciptakan dengan memori yang fleksibel dan karenanya unlimited).
    Ke empat hal di atas (habit, life style, daily experience, dan reward) bukanlah sebuah tingkatan (level) yang Anda harus kejar secara bertingkat, seperti : saya harus mencapai habit dulu, kemudian life style, dan experience, bukan seperti itu dan jangan berpikir demikian, karena hal  itu akan membuat Anda terlempar kembali ke masa-masa SD-SMA. Ke empat hal di atas adalah sebuah realitas yang seharusnya Anda tempati dalam belajar bahasa Inggris setiap hari.
Dan .... tidak ada perayaan kelulusan dalam hal ini, Anda tidak akan tahu kapan Anda harus merayakan keberhasilan Anda mencapai kemampuan berbicara bahasa Inggris dengan lancar, tetapi orang lain yang akan memberi tahu Anda tentang hal tersebut.

Di manapun Anda belajar dan dengan metode apapun teruslah berlatih dan salam sukses. Get your reward.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Belajar Bahasa Inggris : Learning as a reward "