Benarkah Grammar Akan Menghambat Proses Belajar Bahasa Inggris?

Perlukah belajr Grammar Bahasa Inggris?

Grammar Akan Menghambat Proses Belajar Bahasa Inggris ?

Menggunakan grammar atau tidak menggunakan grammar dalam pelajaran bahasa Inggris sudah pernah saya bahas di awal blog ini pada pelajaran 2. Di situ saya memberikan dasar dan alasan untuk penulisan blog ini yang tetap membahas grammar secara bertahap. Dan hal tersebut juga tetap saya lakukan pada BBIM Text Conversation Community yang tetap membahas grammar secara berkala, walaupun prinsip kerja BBIM TCC adalah memberikan latihan dan pengalaman terhadap banyak kata dan frasa.



Dan beberapa waktu yang lalu ada sebuah email yang dikirm ke email saya dengan isi sebagai berikut :

Dear BBIM

Anda mengatakan bahwa pada waktu kita berlatih atau bercakap-cakap dalam bahasa Inggris, jangan pikirkan grammar, tetapi mengapa di blog Anda tetap ada artikel tentang grammar dan cukup banyak, apakah karena pembahasan tentang grammar merupakan bahan tulisan yang mudah untuk dibuat dan bisa berdurasi panjang ? Tolong diperbanyak yang praktis-praktis saja supaya tidak pusing bacanya.

Ini sebuah pertanyaan yang bagus yang mungkin bisa muncul pada setiap pembelajar bahasa Inggris. Yaitu menyeimbangkan antara belajar frasa dan kalimat secara langsung dan belajar tata bahasanya. Dan saya jawab sebagai berikut :

Kita ini belajar bahasa Indonesia atau bahasa daerah sejak kecil bukan ? Dan ketika masuk sekolah, kita sudah cukup mahir berbahasa Indonesia ataupun berbahasa daerah. Dan saat itu, kita mulai mengenal pelajaran bahasa Indonesia, atau pelajaran bahasa derah. Di dalam pelajaran bahasa tersebut kemudian kita mengenal tata bahasa, kita mempelajari jenis-jenis kalimat, mempelajari struktur kalimat, mengenal subyek, predikat dan obyek, kalimat majemuk, mulai mengenal apa itu anak kalimat dsb. Dan kadang ketika guru di kelas menyuruh untuk membuat sebuah contoh kalimat, kita kadang-kadang kebingungan juga. Dan meskipun bahasa Indonesia atau bahasa daerah secara fasih kita gunakan dalam percakapan setiap hari, tetapi untuk mendapatkan nilai maksimal dalam pelajaran tersebut juga cukup sulit. Bahkan ada beberapa yang mendapat nilai rendah justru pada  bahasa yang telah dikuasainya dengan sangat baik dalam percakapan sehari-hari. Artinya grammar adalah bagian dari ilmu bahasa yang berbeda dengan bahasa sebagai alat komunikasi secara alami. Tetapi ada satu pertanyaan yang bisa menjawab pertanyaan pada email di atas, yaitu : Apakah dengan belajar tata bahasa Indonesia di sekolah, akhirnya membuat kita tidak lagi bisa berbahasa Indonesia dengan lancar ? Ternyata tidak, meskipun kita mendapat nilai rendah pada pelajaran bahasa Indonesia, ataupun kita bingung dengan jenis kalimat, struktur, ataupun anak kalimat ketika berada di dalam kelas, begitu jam belajar berakhir, kita tetap bisa berbahasa Indonesia. Ya, kita bahkan bisa dengan cepat dan lancar mengkritik guru bahasa Indonesia yang mengajarkan tata bahasa. Jika kita berpendapat bahwa pelajaran tata bahasa akan menghambat proses berbahasa, maka kenyataan yang sebenarnya akan menjadi paradox bukan ?

Nah, sampai di sini Anda perlu merenung sejenak untuk memahami posisi pelajaran tata bahasa.

Ada sebuah analogi bagus yang saya dapatkan dari Pak Sardjono yang berasal dari kota Solo. Beliau ini dulunya aktif mengajar bahasa Inggris dan juga sempat mengasuh sebuah blog belajar bahasa Inggris. Tetapi karena kesibukan di bisnis yang sedang dikembangkan, aktivitas tersebut terhenti. Dalam perbincangan tersebut Pak Sardjono menganalogikan pelajaran tata bahasa sebagai pelajaran baris berbaris. "Mas, coba bayangkan mungkinkah mengajar bayi belajar berbaris jika dia jalan saja belum bisa ?" kemudian beliau melanjutkan, "Manusia harus bisa berjalan dulu, setelah bisa berjalan baru ditata cara berjalannya, itu prinsip saya dalam mengajar bahasa Inggris." Dan saya menjawab, "I absolutely agree!" Dan itulah fungsi tata bahasa (grammar)! Pelajaran tata bahasa akan membuat orang yang sudah bisa berbahasa akan semakin bagus bahasanya.

Jadi sebenarnya, pelajaran grammar itu seperti sebuah alat untuk memilah, dengan memilah kita akan bisa melihat lebih jelas, dan bisa memahami lebih jelas, akhirnya bisa menggunakan dengan lebih baik. Hal ini sama seperti seorang dokter dengan pisau bedah atau stetoskopnya. Lalu akan timbul pertanyaan, "kalau begitu saya ini harus bagaimana ? belajar jalan dulu atau belajar baris dulu?" Tidak usah bingung, karena kondisi Anda ketika belajar bahasa Inggris, sangat berbeda dengan bayi yang baru lahir. Bayi tidak memiliki satupun bahasa ketika dia datang. Tetapi kita sudah memiliki bahasa ibu ketika kita bertemu bahasa Inggris. Kita tidak "sebayi" itu dalam bahasa. Sistem bahasa yang sudah kita miliki di dalam otak setelah bertahun-tahun kebiasaan plus pelajaran bahasa di sekolah, merupakan modal dasar bagi kita untuk mempelajari bahasa yang lainnya. Prinsip seperti bayi adalah metode yang bisa kita gunakan dalam belajar bahasa Inggris, tetapi kita bisa juga melihat bahwa belajar percakapan dan sekaligus belajar tata bahasanya tetap bisa kita jalankan secara bersama. Karena sebenarnya, setelah kita memiliki satu bahasa, maka belajar bahasa yang lain adalah masalah praktek dan kebiasaan. Ketika kita bisa melihat pelajaran percakapan dan grammar sebagai sebuah kesatuan yang tidak saling mengganggu bahkan saling mendukung, maka kita siap melesat dengan cepat dalam belajar bahasa Inggris.

Akhirnya, kita seharusnya bisa menikmati setiap proses belajar bahasa Inggris kita "seenjoy" mungkin. Jadilah seperti bayi atau anak-anak yang begitu excited dengan hal-hal baru. Dan percayalah, tidak ada guru atau lembaga belajar bahasa Inggris di dunia ini yang hanya mengajarkan percakapan tanpa menyinggung tata bahasa sama sekali, atau hanya mengajarkan tata bahasa tanpa mengajarkan cara menggunakannya dalam percakapan nyata.

Selamat merenungkan.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Grammar Akan Menghambat Proses Belajar Bahasa Inggris?"